Indonesia Menjerit

Harga bahan pokok (sembako) melangit dan mencekik rayat, juga gas elpiji sebagai penganti minyak tanah menjadi sulit untuk dijumpai, kini rakyat diberi hadiah lagi di akhir bulan mei ini, yaitu rencana kenaikan harga BBM.


Pukulan telak secara beruntun dalam kurun waktu 2 bulan ini diterima rakyat benar-benar terasa sakit, sehingga rakyat Indonesia terutama masyarakat kelas bawah kembali menjerit. Berita utama di media cetak maupun elektronik mengulas demo mahasiswa, LSM dsb yang gencar tolak kenaikan BBM, namun sepertinya pemerintah terlihat ogah untuk menunda rencana kenaikan BBM ini.


Kenaikan harga BBM cepat atau lambat memang pasti akan terjadi dan tidak bias dihindari. bukan hanya karena masalah membengkaknya subsidi yang diberikan pemerintah, atau tingginya harga minyak mentah. Hal yang paling utama adalah BBM merupakan sumber energi migas.


Kenaikan BBM ini tidak hanya terjadi di Indonesia saja, tapi hampir seluruh dunia. Dan yang jadi masalah sekarang adalah Indonesia adalah negara yang memiliki pendapatan per kapita yang rendah. Dan kenaikan BBM ini akan berdampak dengan kenaikan harga barang maupun jasa. Rakyat akan menghadapi dilemma dimana harga mahal, pendapatan kurang.


Penulis sendiri setuju saja dengan adanya kenaikan BBM, namun apa yang akan rakyat dapatkan dari hilangnya subsidi BBM ? harga Murah ? Jaminan Kesehatan ? biaya pendidikan gratis ? semua itu adalah janji pemerintah pada saat kenaikan BBM di tahun 2005, namun kenyataannya janji pemerintah itu hanyalah wacana yang sulit terrealisasi.

Comments

Popular posts from this blog

Easy Black Papper Steak

KESADARAN

Dunia