Small Thing for Save our Planet
Akhir-akhir ini media sering memuat berita tentang bencana alam, banjir di Jakarta, Bandung, Sumatra dll. Tanah longsor di Ciwidey, Cianjur dll. ini Mengigatkan saya kepada bait lagu Firasat ciptaan Dewi Lestari :
Sayangku... kupercaya alam pun berbahasa, ada makna di balik semua pertanda.
Jika alam memang alam berbahasa, ini berarti alam itu sedang marah kepada kita manusia, betapa tidak kita sebagai manusia dengan se-enak nya mengexploitasi alam, tanpa melakukan rehabilitasi, buang sampah seenaknya, bikin rumah se-enaknya dll.
Sayangku... kupercaya alam pun berbahasa, ada makna di balik semua pertanda.
Jika alam memang alam berbahasa, ini berarti alam itu sedang marah kepada kita manusia, betapa tidak kita sebagai manusia dengan se-enak nya mengexploitasi alam, tanpa melakukan rehabilitasi, buang sampah seenaknya, bikin rumah se-enaknya dll.
Banjir menurut pendapat saya adalah bencana yang 99% disebabkan langsung oleh manusia dan 1% disebabkan faktor alam. Contoh perbutan kita yang menjadi faktor utama penyebab banjir adalah :
- Buang sampah sembarangan, sampah yang kita buang sembarangan akan menyumbat aliran air di selokan dan kemudian air akan meluap dan menggenangi daerah sekitarnya
- Penggundulan Hutan. Hutan yang telah gundul akan mengakibatkan tanah longsor, selain itu penggundulan hutan akan meningkatkan laju erosi. Menurut Yuwono (2005) pengurangan luas hutan dari 36% menjadi 25%, 15% dan 0% akan meningkatkan laju erosi sebesar 10%, 60% dan 90%. Akibat dari erosi ini tanah menjadi padat, proses infiltrasi terganggu, banyak lapisan atas tanah yang hilang dan terangkut ke tempat-tempat yang lebih rendah, tanah yang hilang dan terangkut inilah yang menjadi sedimentasi yang dapat mendangkalkan waduk, bendungan dan sungai. setelah terjadi seperti itu, kapasitas daya tampung dari saluran irigasi tersebut menjadi lebih kecil yang akhirnya dapat menyebabkan banjir walaupun dalam kondisi curah hujan normal. Coba lihat di daerah puncak ? Bandung Utara yang merupakan hulu sungai Citarum ? Hutan disana sudah berubah fungsi menjadi Villa, dan Bandung Selatan kini jadi kolam renangnya.
- Global Warming, Global warming merupakan peningkatan rata-rata temperatur atmosfer yang dekat dengan permukaan bumi dan di troposfer, yang dapat berkontribusi pada perubahan pola iklim global. Pemanasan global terjadi sebagai akibat meningkatnya jumlah emisi Gas Rumah Kaca (GRK) di atmosfer. Naiknya intensitas efek rumah kaca yang terjadi karena adanya gas dalam atmosfer yang menyerap sinar panas yaitu sinar infra merah yang dipancarkan oleh bumi menjadikan perubahan iklim global (Budianto, 2000). hasilnya adalah es di kutub mencair, naiknya ketinggian permukaan laut, perubahan iklim dan menyebabkan meningginya intensitas hujan. Ujung-ujungnya bajir.
Apa yang bisa lakukan untuk menghindari bencana alam itu ?, jawabannya sangat mudah dan dapat dilakukan tanpa memerlukan biaya mahal.
- Dimulai dari membuang sampah pada tempat yang telah diperuntukan
- Mulai memisahkan sampah. sampah daur ulang seperti botol-botol plastik, aqua gelas, dll. Kita pisahkan dan di kumpulkan, apabila sudah terkumpul cukup banyak, berikan kepada pemulung selain menjaga lingkungan kita juga dapat membantu mereka.
- Tanam pohon di depan rumah kita,
- Bersihkan selokan di sekitar lingkungan kita agar air dapat mengalir dengan lancar sehingga mencegah banjir.
- Jangan menggunakan kendaraan bermotor untuk bepergian dengan jarak pendek, karena gas emisi dari kendaraan bermotor merupakan salah satu kontributor terbesar global warming
Masih banyak lagi hal-hal kecil lain yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan planet biru ini. Jangan hanya menyalahkan pemerintah karena bencana terjadi. Ingat kita bertanggung jawab pada nasib anak, cucu kita nanti. Apakah kita akan menghancurkan masa depan atau bahkan membunuh mereka sebelum lahir ? Jadi mulailah sekarang.
Comments
Post a Comment