Bandung Hari ini
Ketika saya masih kecil, saya masih ingat jalanan pagi bandung selalu diselimuti oleh kabut tipis. Udara yang dingin dan tentu saja lancar.
Sekarang berbalik pagi hari tidak ada lagi kabut di Bandung, jalan macet dimana-mana, diperparah pula oleh pelebaran jalan yang ujung-ujungnya penebangan pohon yang semakin membuat udara bandung semakin panas.
Hal tersebut tidak bisa dipungkiri sebagai realitas yang harus dihadapi oleh sebuah ibukota yang menjadi magnet bagi seluruh lapisan masyarakat. Semua orang berpacu dengan waktu disini, hingga akhirnya satu sama lain lebih mementingkan kepentingannya sendiri.
Mudahnya seseorang untuk mendapatkan motor baru dengan cicilan ringan pada akhirnya mengakibatkan jumlah pengendara motor membengkak seperti tidak terkendali. Sayangnya peningkatan tersebut tidak di ikuti oleh kesiapan baik sarana, prasarana, aparat bahkan kesadaran pengendara itu sendiri.
Coba lihat jalanan pagi hari daerah cicaheum pada hari kerja. Jalan menuju Cicaheum di penuhi oleh motor bahkan hingga mengambil jalan arah sebaliknya.
Hal lain lagi adalah banyak lampu lalin yang mati atau tidak menyala seluruhnya. Salah satu per-empatan jalan terdapat lampu lalulintas yang lampu hijaunya tidak menyala. lucunya Polisi yang bertugas disana tidak mengatur jalan karena lampu lalulintas mati, tapi hanya diam saja, pengendara yang tidak mengetahui bahwa lampu tersebut mati, mungkin menganggap bahwa lampu lalin tersebut rusak. dan karena polisi yang bertugas hanya diam berarti perempatan tersebut bisa dilalui asal hati-hati. Tapi tidak begitu, lampu berwarna merah tetap menyala, dan pengendara yang terlanjur melintas, siap-siap dihadang (kena tilang) oleh polisi yang tadi diam saja (Kaciaan...).
Sebagai orang yang lahir dan besar di kota ini, Sedih jika melihat jalanan bandung yang sekarang. Slogan Bandung BERMARTABAT (Bersih, Makmur, Taat dan Bersahabat) mencirikan bandung adalah kota metropolitan, bukan lagi BERHIBER (Bersih, hijau, Berbunga) yang nyaman untuk ditinggali.
Comments
Post a Comment